<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940150052981483820</id><updated>2011-06-16T13:06:55.299-07:00</updated><title type='text'>Warani</title><subtitle type='html'>Hanya burung perkasa dan hewan melata yang mampu mencapai puncak-puncak tinggi ...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abahetet.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940150052981483820/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abahetet.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829513756338268479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1940150052981483820.post-2572730729876176529</id><published>2011-05-17T10:01:00.000-07:00</published><updated>2011-05-17T10:13:52.581-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan/Pendakian</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-BeOeqI6EgDQ/Tcikin3KnJI/AAAAAAAAABc/VhfwsT6Qa8I/s1600/pendakian.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-BeOeqI6EgDQ/Tcikin3KnJI/AAAAAAAAABc/VhfwsT6Qa8I/s320/pendakian.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="content"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;M&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;endaki gunung adalah suatu olah raga keras, penuh petualangan dan  membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kekuatan serta daya juang yang  tinggi. Bahaya dan tantangan merupakan daya tarik dari kegiatan ini.  Pada hakikatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah untuk menguji  kemampuan diri dan untuk bisa menyatu dengan alam. Keberhasilan suatu  pendakian yang sukar, berarti keunggulan terhadap rasa takut dan  kemenangan terhadap perjuangan melawan diri sendiri.&lt;br /&gt;Di Indonesia, kegiatan mendaki gunung mulai dikenal sejak tahun 1964  ketika pendaki Indonesia dan Jepang melakukan suatu ekspedisi gabungan  dan berhasil mencapai puncak Soekarno di pegunungan Jayawijaya, Irian  Jaya (sekarang Papua). Mereka adalah Soedarto dan Soegirin dari  Indonesia, serta Fred Atabe dari Jepang. Pada tahun yang sama,  perkumpulan-perkumpulan pendaki gunung mulai lahir, dimulai dengan  berdirinya perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung WANADRI di  Bandung dan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) di  Jakarta, diikuti kemudian oleh perkumpulan-perkumpulan lainnya di  berbagai kota di Indonesia.&lt;br /&gt;JENIS PERJALANAN / PENDAKIAN&lt;br /&gt;Mountaineering dalam arti luas adalah suatu perjalanan, mulai dari hill  walking sampai dengan ekspedisi pendakian ke puncak-puncak yang tinggi  dan sulit dengan memakan waktu yang lama, bahkan sampai berbulan-bulan.&lt;br /&gt;Menurut kegiatan dan jenis medan yang dihadapi, mountaineering terbagi menjadi tiga bagian :&lt;br /&gt;1. Hill Walking / Fell Walking&lt;br /&gt;Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai dan yang tidak atau  belum membutuhkan peralatan-peralatan khusus yang bersifat teknis.&lt;br /&gt;2. Scrambling&lt;br /&gt;Pendakian pada tebing-tebing batu yang tidak begitu terjal atau relatif  landai, kadang-kadang menggunakan tangan untuk keseimbangan. Bagi pemula  biasanya dipasang tali untuk pengaman jalur di lintasan.&lt;br /&gt;3. Climbing&lt;br /&gt;Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik khusus. Peralatan  teknis diperlukan sebagai pengaman. Climbing umumnya tidak memakan waktu  lebih dari satu hari.&lt;br /&gt;Bentuk kegiatan climbing ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu :&lt;br /&gt;a. Rock Climbing&lt;br /&gt;Pendakian pada tebing-tebing batu yang membutuhkan teknik pemanjatan dengan menggunakan peralatan khusus.&lt;br /&gt;b. Snow &amp;amp; Ice climbing&lt;br /&gt;Pendakian pada es dan salju.&lt;br /&gt;4. Mountaineering&lt;br /&gt;Merupakan gabungan dari semua bentuk pendakian di atas. Waktunya bisa  berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Disamping harus  menguasai teknik pendakian dan pengetahuan tentang peralatan pendakian,  juga harus menguasai manajemen perjalanan, pengaturan makanan,  komunikasi, strategi pendakian, dll.&lt;br /&gt;KLASIFIKASI PENDAKIAN&lt;br /&gt;Tingkat kesulitan yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, tergantung  dari pengembangan teknik-teknik terbaru. Mereka yang sering berlatih  akan memiliki tingkat kesulitan / grade yang lebih baik dibandingkan  dengan mereka yang baru berlatih.&lt;br /&gt;Klasifikasi pendakian berdasarkan tingkat kesulitan medan yang dihadapi (berdasarkan Sierra Club) :&lt;br /&gt;Kelas 1 : berjalan tegak, tidak diperlukan perlengkapan kaki khusus (walking).&lt;br /&gt;Kelas 2 : medan agak sulit, sehingga perlengkapan kaki yang memadai dan  penggunaan tangan sebagai pembantu keseimbangan sangat dibutuhkan  (scrambling).&lt;br /&gt;Kelas 3 : medan semakin sulit, sehingga dibutuhkan teknik pendakian tertentu, tetapi tali pengaman belum diperlukan (climbing).&lt;br /&gt;Kelas 4 : kesulitan bertambah, dibutuhkan tali pengaman dan piton untuk anchor/penambat (exposed climbing).&lt;br /&gt;Kelas 5 : rute yang dilalui sulit, namun peralatan (tali, sling, piton  dll), masih berfungsi sebagai alat pengaman (difficult free climbing).&lt;br /&gt;Kelas 6 : tebing tidak lagi memberikan pegangan, celah rongga atau gaya  geser yang diperlukan untuk memanjat. Pendakian sepenuhnya bergantung  pada peralatan (aid climbing).&lt;br /&gt;SISTEM PENDAKIAN&lt;br /&gt;1. Himalayan System, adalah sistem pendakian yang digunakan untuk  perjalanan pendakian panjang, memakan waktu berminggu-minggu. Sistem ini  berkembang pada pendakian ke puncak-puncak di pegunungan Himalaya.  Kerjasama kelompok dalam sistem ini terbagi dalam beberapa tempat  peristirahatan (misalnya : base camp, flying camp, dll). Walaupun hanya  satu anggota tim yang berhasil mencapai puncak, sedangkan anggota tim  lainnya hanya sampai di tengah perjalanan, pendakian ini bisa dikatakan  berhasil.&lt;br /&gt;2. Alpine System, adalah sistem pendakian yang berkembang di pegunungan  Alpen. Tujuannya agar semua pendaki mencapai puncak bersama-sama. Sistem  ini lebih cepat, karena pendaki tidak perlu kembali ke base camp,  perjalanan dilakukan secara bersama-sama dengan cara terus naik dan  membuka flying camp sampai ke puncak.&lt;br /&gt;PERSIAPAN BAGI SEORANG PENDAKI GUNUNG&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang pendaki gunung yang baik diperlukan beberapa persyaratan antara lain :&lt;br /&gt;1. Sifat mental.&lt;br /&gt;Seorang pendaki gunung harus tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan  dan tantangan di alam terbuka. Tidak mudah putus asa dan berani, dalam  arti kata sanggup menghadapi tantangan dan mengatasinya secara bijaksana  dan juga berani mengakui keterbatasan kemampuan yang dimiliki.&lt;br /&gt;2. Pengetahuan dan keterampilan&lt;br /&gt;Meliputi pengetahuan tentang medan, cuaca, teknik-teknik pendakian pengetahuan tentang alat pendakian dan sebagainya.&lt;br /&gt;3. Kondisi fisik yang memadai&lt;br /&gt;Mendaki gunung termasuk olah raga yang berat, sehingga memerlukan  kondisi fisik yang baik. Berhasil tidaknya suatu pendakian tergantung  pada kekuatan fisik. Untuk itu agar kondisi fisik tetap baik dan siap,  kita harus selalu berlatih.&lt;br /&gt;4. Etika&lt;br /&gt;Harus kita sadari sepenuhnya bahwa seorang pendaki gunung adalah bagian  dari masyarakat yang memiliki kaidah-kaidah dan hukum-hukum yang berlaku  yang harus kita pegang dengan teguh. Mendaki gunung tanpa memikirkan  keselamatan diri bukanlah sikap yang terpuji, selain itu kita juga harus  menghargai sikap dan pendapat masyarakat tentang kegiatan mendaki  gunung yang selama ini kita lakukan.&lt;br /&gt;(Sumber : Buku Panduan Pedoman Mendaki Gunung &amp;amp; Penjelajahan Rimba/EAT&amp;amp;E  EAST 2003)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1940150052981483820-2572730729876176529?l=abahetet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abahetet.blogspot.com/feeds/2572730729876176529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1940150052981483820&amp;postID=2572730729876176529' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940150052981483820/posts/default/2572730729876176529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1940150052981483820/posts/default/2572730729876176529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abahetet.blogspot.com/2011/05/perjalananpendakian.html' title='Perjalanan/Pendakian'/><author><name>Abah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829513756338268479</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BeOeqI6EgDQ/Tcikin3KnJI/AAAAAAAAABc/VhfwsT6Qa8I/s72-c/pendakian.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
